SPANISH GUITAR AWARDS 2001
SPANISH GUITAR AWARDS 2001
(Bagian II, Habis)
Maka acara seleksi kaset semi-final Spanish Guitar Awards (SGA) 2001 pada hari pertama sepenuhnya
menggunakan cassette recorder player Aiwa milik-ku.
Pada pembicaraan awal dengan Mrs. Padilla, saya usul nama peserta - yang disebut dalam pita kaset agar dihapus. Dan semua kaset diberi nomor berurut plus ditulis judul lagu pilihannya saja. Dia setuju.
SISTEM SELEKSI
Sang Nyonya mau kami memeras 157 peserta itu menjadi 30 peserta dalam 3 hari.
Maka sistem kerja saya : hari pertama kita mendengar dan menyeleksi 50 kaset. Begitu seterusnya pada hari-berikutnya. Lalu dari 50 kaset pertama kita targetkan "the best 15". Tanpa ranking, cukup setiap juri pilih 15 terbaik. Mudah dan lancar tanpa banyak debat. Beberapa juri ketagihan: "Kita bisa seleksi 25 kaset lagi nih, sehingga bisa kerja 2 hari, tak usah 3 hari."
"Eitt, jangan. Kita diminta kerja 3 hari, maka penuhi saja permintaannya. Bule jika sudah bilang "A", ya harus "A", dan lagi kami kan bukan mandor kuli borongan."
Memang ada juga juri yang bawel: "Wah, saya minta partitur "Koyunbaba". Saya tidak dapat menilai tanpa partitur," ujarnya. "Tugas kita adalah menilai dan memilih 15 terbaik dari 50. Jika Anda suka, pilih. Jika tidak suka, jangan pilih. Kita bukan sedang menjadi penguji ujian, tetapi memilih. Sesederhana itu, mudah kan?" ujarku. Dia pun terdiam. Hari itu akhirnya kita toh bisa menyeleksi 60 kaset.
Hari pertama selesai menjelang maghrib. Pak Reiner yang rumahnya di Rawamangun bilang: "My friend, (semua orang disapa begitu) boleh aku ikut sampai RSUP saja. Kalau sudah gelap mata saya tidak bisa melihat jelas. Saya pernah disenggol Metro Mini karena sudah berada di tengah jalan." (la eyalah, so pasti itu).
Saya antar dia pulang. Kira-kira 100 meter sebelum rumahnya, dia bilang: "Stop, berhenti di sini saja. Ikuti saya." Dia ke seberang, langsung masuk ke toko kecil. Langsung disambut seseorang, "Oh Mister, silakan." Kami masuk ke ruangan kecil dan duduk di depan kulkas kecil. Dibukalah dua botol ijo cap Bintang. Oh, rupanya ini mini bar-nya. "Ya, saya sering duduk di sini, dan boleh ngutang" (e-dodo, solutif kreatif juga ni bule).
30 GITARIS SEMI-FINALIS
Seleksi pada hari kedua lebih lancar, dan selesai pada hari ketiga. Kami telah menuntaskan 30 gitaris yang akan tampil dalam babak semi-final pada 3 Oktober.
Adapun mereka (berdasarkan urutan alfabetis) adalah: Amra Reza, Anangga Sukma, Anton Asmonodento, Ardian Leo Saputra, Bayu Priaganda, Bayu Samiaji, Cecep Mochamad Sunusetio, Clarice Vilodia, David Sylvester, dan Deddy Wahyudi Rachmad.
Kemudian Dany Soesanto, Fidelio S. Inabuy, Hery Budiawan, Ibnu Angga, Irfan Ardianto, Ivan Budiutama,
Iwan Susanto, Kurniawan, Noviandi Candrakusuma, dan Rahmat Kusnadi.
Lalu, Rahmat Raharjo, Rita Kusumawardhani, Riza Pardomuan, Royke Ng Kurniawan, Samuel Arbian, Satria Adhi Nugraha, Seno Aji Cahyo Nugroho, Tinton Arinanto, Ulung Michael Tanoto, dan Wildan Kamil Arifin.
Dua di antara mereka adalah perempuan: Clarice Vilodia dan Rita Kusumawardhani.
[ Baru dua minggu yang lalu, aku memeriksa kembali daftar nama ke 30 semi-finalis. Dokumen itu diberikan oleh Iwan Susanto. Ternyata aku mengenal 16 nama di situ, dan mereka pun mengenal aku. 5 atau 6 di antaranya adalah siswa atau mantan siswa aku ].
Kemudian Mrs. Padilla datang dan mengajak kami makan malam di restoran di seberang Gereja Theresia dengan berjalan kaki.
BABAK FINAL
Selesai sudah tugas kami. Tahap berikutnya adalah ke-30 semi-finalis itu akan diseleksi lagi oleh tim juri yang lain menjadi 10 finalis.
Ketika ke-sepuluh finalis itu tampil pada keesokan harinya, saya perhatikan dan temukan: 9 dari 10 finalis tersebut adalah guru, siswa atau pun mantan siswa Yamaha! Hanya satu orang yang sepertinya "tak kenal" Yamaha.
Suka atau tidak, fakta telah berbicara!! Dan ini saya kira - sedikit, banyaknya adalah jasa dari Koizumi-sensei yang telah menginspirasi para gitaris Republik Indonesia untuk berprestasi. Adalah beliau yang menyusun semua buku-teks : klasik, pop, dan flamenco - yang digunakan di seluruh Asia Tenggara dan Meksiko! Buku-buku teks mana telah diselesaikannya sejak awal tahun 70-an, dan digunakan selama 40 tahun!
PARA JUARA SGA
Tampil sebagai juara adalah Rahmat Raharjo, 27, mahasiswa ISI dan siswa dari Andre Indrawan di YMI Yogyakarta. Wildan Kamil Arifin,18, siswanya saya di Yamaha Music Center, Jakarta sebagai Juara II. Dan Noviandi Candra Kusuma, 24, siswanya Johnny Kustaryo di YMI Bogor sebagai Juara III. Facts do not cease to exist because they are ignored. Fakta-fakta tidak hilang untuk hadir walaupun diingkari.
Mereka telah dipilih oleh tujuh juri yang diketuai oleh Josep Henriquez - gitaris klasik profesional, pengajar di Granollers Conservatory di Barcelona, Spanyol.
Komentar
Posting Komentar