TADAO KOIZUMI
TADAO KOIZUMI : The Inspired Teacher
TADAO KOIZUMI adalah Kepala Instruktur Gitar dari Yamaha Music Foundation (YMF, Tokyo, Jepang). Dia-lah yang mendidik teknik bermain dan mengajar gitar klasik kepada para guru gitar awal di seluruh Asia Tenggara dan Meksiko.
Dia mulai membimbing dan melatih para guru gitar Indonesia sejak awal 1972. Dia juga adalah penguji ujian grade para guru, serta Ketua Tim Juri setiap Festival Gitar Yamaha. Dia melakukan hal yang sama di Meksiko sejak 1980.
Orangnya sederhana, ramah dan sangat rendah hati. Kami memanggil beliau Koizumi-sensei (guru). Ada seorang Senior Manager Yamaha mengatakan kepada saya bahwa kata sensei dalam bahasa Jepang hanya diberikan kepada dokter dan guru musik. Kedua profesi ini sangat dihormati di sana. Saya tanya, mengapa begitu? Sambil tertawa, pak Hari berkata: "Mungkin sama-sama suka menolong orang."
Koizumi-sensei yang menyusun semua buku teks "Yamaha Classical Guitar Course, Popular Guitar Course", dll. sejak 1974. Dan digunakan di seluruh Asia Tenggara dan Meksiko selama 40 tahun!
Postur tubuh Guru besar gitar klasik kelahiran Yokohama tahun 1933 ini adalah kurus langsing.
Adapun para guru gitar angkatan pertama Yayasan Musik Indonesia (YMI) adalah Adis Sugata (alm.), Danny Tumiwa, Ireng Maulana (alm.), dan J. David Mulyono.
Mendengar Deru Ombak
Pertama kali saya bertemu dengan beliau adalah pada November 1973. Saya bersama 5 gitaris lainnya diterima sebagai instruktur gitar YMI. Kami diberi seminar dan pelatihan oleh beliau selama 1,5 hari (5 jam + 3 jam). Selesai seminar, satu jam kemudian kami dipersilakan menempuh ujian grade menengah - sebagai syarat untuk mengajar.
Namun sebelum ujian, kami diijinkan mengikuti pelajaran privat selama 30' dengan dia. Teknik beliau tinggi, ditambah dengan tone production -nya yang bulat, dalam dan empuk, sehingga warna suara gitar di tangannya menjadi lebih bagus. Gitar biasa di tangannya menjadi lebih indah bunyinya. Tone beliau mirip dengan tone -nya gitaris Los Indios Tabajaras.
Pada privat seminar, dia memainkan "Etude nr. 1" -nya H. Villa-Lobos. Saya takjub bisa mendengar hempasan ombak dalam lagunya komponis Brasil itu di tangan-nya. Sangat indah!
Keliling Asia Tenggara dan Meksiko
Setiap tahun Koizumi-sensei memberikan seminar dan ujian grade gitar bagi para guru gitar di Asia Tenggara. Dia berkeliling mengunjungi Hong Kong, Bangkok, Singapore, Kuala Lumpur, Manila, dan Jakarta sebanyak dua kali. Meksiko setahun sekali mulai 1980. Dia mengatakan bahwa praktis dalam setahun dia berada di rumahnya di Yokohama hanya 5 bulan. Ketika dia pulang ke rumah puterinya sering menegur dengan bercanda : "Who are you, Mister?"
Biasanya jadualnya di Indonesia adalah 6 hari: 3 hari di Jakarta, Surabaya dan Semarang masing-masing 1,5 hari. Ke Medan 2 atau 3 tahun sekali. Sejak 1978 dia menunjuk saya untuk menjadi penguji ujian grade guru, dan mendampingi seminarnya di Jakarta dan kota-kota lainnya.
Dari beliau saya belajar banyak cara berlatih efektif serta efisien. Kemudian bagaimana menilai para gitaris dengan obyektif dalam ujian maupun kompetisi. Dia selalu terlebih dulu mendengar dengan seksama permainan seseorang. Setelah itu barulah memberikan penilaian: lulus atau gagal, juara atau bukan. Dia berkata: "Setelah seseorang selesai dengan lagunya, barulah kita menilainya secara keseluruhan, apakah dia pantas lulus, atau juara?" Sungguh suatu pandangan yang obyektif.
Karakteristik Gitaris Asean
Selama lebih dari 25 tahun mendampinginya - walau dia tampak pendiam, banyak lelucon yang disampaikannya. Dia sangat dicintai oleh para gitaris terutama para gitaris Thailand, Malaysia, Singapore dan Indonesia. Menurut dia di Indonesia terdapat banyak gitaris berbakat, dan selalu muncul yang muda-muda. Ada pula, katanya persamaan lain dari gitaris Indonesia dan Thailand - yaitu sering jam karet. Kadang mereka datang ketika seminar hampir usai, namun disediakan makanan. Pernah dia berbisik kepada saya tentang gitaris yang sering datang hampir selesai : "It seems that they came here only for makan."
Mengenai gitaris Filipina: Banyak yang mau jadi guru, namun tingkatannya masih dasar. Ketika ditawarkan untuk belajar dulu, mereka menolak: "No we don't want to be a student, we want to be a teacher here."
Pengaruh dia bagi para gitaris
Pada 2001 Mrs. Miriam Padilla - Senior Cultural Attache of Spain Embassy mengundang saya untuk membahas "Spanish Guitar Award" - yaitu Kompetisi Gitar Klasik yang diselenggarakan oleh Kedutaan Spanyol di Jakarta. Dia meminta saya sebagai Ketua Dewan Juri yang terdiri dari 5 guru gitar pada babak penyisihan.
Dari 157 peserta melalui kaset, kami menyeleksinya menjadi 30, dan pada babak final tampil 10 gitaris. Saya perhatikan: 9 dari sepuluh finalis itu adalah siswa atau pun mantan siswa Yamaha. Artinya: 9 gitaris tersebut mengenal dan mendapat pendidikan dari Yamaha. Dengan kata lain, mereka mendapat pendidikan dari buku-teks dan sistemnya Koizumi-sensei! Bahkan ketiga Juara I, II, dan III "Spanish Guitar Award" itu adalah siswa YMI: Yogyakarta, YMI Gatot Subroto Jakarta, dan YMI Bogor!
William Arthur Ward - penulis Amerika Serikat berkata: "Guru yang biasa memberitahu. Guru yang baik menjelaskan. Guru yang super mempertunjukkan. Guru yang agung menginspirasi."
Saya kira Koizumi-sensei telah menginspirasi banyak gitaris di Asia Tenggara dan Meksiko.
Beliau telah pensiun pada 2007.
Terima kasih banyak, sensei.
Keep healthy.
LAS/ 11 Juli 2021
Komentar
Posting Komentar