Mimbar Juara Festival Gitar Indonesia 1972-1983
(dari: FORUM MUSIK, buletin Yayasan Musik Indonesia, Okt - Nov 1984)
[ Di sini saya mengeditnya kembali artikel saya hanya tentang dua gitaris pop Indonesia: Nelson Rumantir dan Michael Gan. Perlu disampaikan Michael Gan meninggal dunia pagi tadi, 5 Juli 2021 ]
Festival Gitar Indonesia (FGI) adalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Yayasan Musik Indonesia (YMI) dan disponsori oleh Yamaha Music Foundation, Tokyo, Jepang ini terbuka bagi umum. Terdiri dari dua bagian: Gitar Klasik dan Gitar Bebas (non-klasik).
Penyelenggaraan tahunannya yang terbanyak di Jakarta, kecuali di Bandung pada 1975, di Semarang 1982, dan Surabaya 1984.
Festival Gitar Indonesia I, 1972
J. David Moeljono, 31 tahun adalah Juara (Grand-Prize Winner/GPW) Bagian Folk (non-Klasik) pada Festival Gitar Indonesia I, 10 Desember 1972 di Bali Room, Hotel Indonesia. Dia membawa Annie Rae - seorang penyanyi terkenal dalam lagu wajib "Senyum" dan "Keroncong Kemayoran" sebagai lagu pilihan. David memainkannya dengan beberapa variasi menarik pada sebuah gitar elektrik (waktu itu diijinkan). Maka David Moeljono mendapat hadiah satu sepeda motor Yamaha V55 berwarna merah di atas panggung. Adapun motor yang satu lagi dibawa pulang oleh Karel Tangyong - GPW Bagian Gitar Klasik.
FGI 1973
Setahun kemudian pada babak final FGI 1973 Nelson Rumantir, 25 tahun tampil sebagai Juara Bagian non-Klasik. Sebelumnya Nelson telah sering tampil di band maupun di TVRI dengan Jopie Item, Johnny Swadie (drummer), dll. Nelson adalah gitaris profesional. Dia juga sering dikontrak untuk tampil pada beberapa coffe shop hotel bintang lima ternama di Jakarta.
Di babak final itu Nelson memainkan lagu wajib "Gubahan-ku"- nya Gatot Soenyoto, serta "Kenangan Masa Lalu", sebagai lagu pilihannya.
Lagu wajib dimainkan dengan tenang pada awalnya, kemudian dia menaruh sinkop-sinkop dari pemain perkusi serta bas dari sebuah band. Lalu dia mengulang kembali lagu tadi, tetapi dengan ritem yang berbeda: bossa-nova! Secara tiba-tiba permainannya menjadi semakin menarik, padat, hidup, penuh warna-warni ornamen, kendati melodi dan akord-akord nya tetap sederhana, tidak berlebihan namun cukup.
Di sinilah Nelson telah menyihir penonton sehingga mereka terkejut, dan secara spontan mulai bertepuk-tangan di tengah lagu. Beberapa orang mulai mengangguk-anggukan kepala, ada yang bahunya bergoyang kecil. Nelson sudah menjadi juara sebelum lagu wajib selesai.
Pada "Kenangan Masa Lalu" - sebuah lagu Mandarin diolahnya menjadi cantik dan agak genit dengan beberapa pizzicatto serta slide panjang pada senar bas. Kembali penonton bertepuk tangan serta bersorak - kagum akan gaya petikan gitarnya.
Seandainya pun Nelson "membanting" gitarnya ke lantai panggung, dia tetap akan menjadi juara. Sebab, dia telah berhasil merebut hati penonton. Nelson adalah gitaris tunggal pertama yang mendapat tepukan di tengah lagu. Dia adalah artisnya gitar Indonesia, mirip dengan Chet Atkins - gitaris Amerika Serikat yang terkenal itu.
Michael Gan
Pada FGI I 1972, Michael Gan, 22 tahun menjadi Runner-up Winner/RUW. Dia membawakan "Love Story" yang diolahnya mirip dengan gitaris Herald Winkler, penuh dengan variasi. Setelah itu Michael menghilang. Katanya dia pergi ke Jerman (Barat) untuk mencari pengalaman.
Pada final FGI 1975 di Bandung, dia membuat heboh gedung Merdeka di jalan Asia Afrika itu. Tipe permainannya jenaka dan garang. Dia memainkan komposisinya sendiri. Dia tampil dengan celana dan jaket blue jeans. Dari awal dia akan memetik gitarnya dengan sangat kuat dan nyaring dengan tempo yang cepat. Di tengah lagu dia suka tertawa sendiri sambil menutup kedua matanya, sehingga kumisnya bertemu dengan kedua alisnya. Penonton pun tertawa riuh dan menggelengkan kepala. Ketika namanya disebut sebagai juara FGI 1975, penonton bersorak. Sambil tertawa-tawa, dia segera berbalik badan. Dan penonton pun semakin menjerit, sebab di punggung jaketnya ada gambar burung elang dengan sayap yang amat lebar.
Setahun kemudian pada FGI 1976 di Bali Room, Hotel Indonesia, dia tampil dengan "Es Lilin" yang diolahnya secara ritmis. Di situ ada suling bambu, kendang Jawa Barat, seabreg perkusi atau lebih tepatnya serangga berbisa! Lagu itu diolahnya dalam dua tala gitar yang berbeda, maka sepanjang penampilannya tangan kirinya tak henti-henti berpindah dari fret-board ke tuning machine dengan ritem yang tetap stabil - sungguh menarik dan fantastik!
Michael Gan adalah gitaris Indonesia pertama yang merubah-rubah tala gitarnya selama permainannya. Alif ba ta juga melakukannya kini. Melihat permainannya banyak penonton yang menahan napas. Michael Gan adalah Voltus atau gitaris monster-nya Indonesia.
Memang Nelson Rumantir dan Michael Gan masing-masing telah memberikan warna tersendiri pertama bagi dunia gitar pop di Republik ini.
LAS/ 5 Juli 2021
Komentar
Posting Komentar