RIDWAN B TJIPTARAHARJA & ZULKIFLY TANGKUDUNG

RIDWAN B. TJIPTAHARDJA & ZULKIFLY TANGKUDUNG


Ridwan B. Tjiptahardja (RBT) dari Bandung adalah Juara YFGI 1997. Pertama kali saya melihat dia masih SMP pada ujian grade siswa di sana sekitar tahun 1984. Ketika itu dia ujian grade 8, tetapi dia memainkan "Adelita" yang dua tingkat di atasnya. Dengan bercelana pendek dia memainkan rangkaian slur pada posisi IX dan VII dengan mulus dan berdering panjang.  Fondasi tekniknya sudah terbentuk pada usia belianya.

RBT mulai tertarik pada gitar pada usia 10. Belajar pada John Korompis, Lukman, dan Krishnan Mohammad. Ridwan sebenarnya adalah tipe gitaris 'yang jadi sendiri', sebab teknik, kemampuan serta musikalitasnya lebih banyak merupakan olahannya sendiri. Selain teknik, RBT memiliki tone colour yang  bulat. Di Bandung RBT dijuluki sebagai "Gitaris yang telah mengalami pencerahan".


Juara YFGI
Ridwan meraih Grand-Prize Winner for Classic Section_ pada YFGI 1997 di Jakarta. Waktu itu dia tampil dengan "Lute Suite nr. 1" -nya Bach. Repertorinya luas, dari Bach sampai kontemporer dan jazz. Dia memiliki koleksi dari Roland Dyens (alm.) - gitaris klasik dan komposer Perancis yang dihormati oleh para gitaris di seluruh dunia.


Gitar klasik R'zelo
Ridwan adalah seorang kolektor gitar hand-made. Dan sejak 5 tahun lalu, dia mulai memproduksi gitar yang didesainnya dengan label R'zelo. Nama itu diberikan oleh isterinya. "R" adalah inisialnya. Sedangkan "zelo" (Italia: semangat). Maka arti gitarnya adalah "Ridwan semangat". Suara gitarnya juga memiliki volume yang besar, dan ada 3 jenis dengan harga yang berbeda. Jika Anda tertarik silakan menghubungi dia di 0812-2341-801.

Ridwan telah mengunggah beberapa videonya ke YouTube dengan memainkan gitar produksinya.



ZULKIFLY TANGKUDUNG
Zulkifly mulai belajar gitar   pada usia 8 pada sub-lisensi YMI di Palembang. Tiga tahun kemudian dia beralih ke biola. Setelah pindah ke Jakarta, dia belajar pada Ondy Sahat.


JUARA YFGI 2002
Setahun sebelumnya, saya sudah mendengar namanya dari beberapa orang yang kagum dengan tekniknya. Dia meraih GPW -nya pada 2002.

Kemudian, dia datang kepada saya. Saya jadi teringat akan kisah Kazumi Watanabe - gitaris progresive jazz yang meledak di dunia pada awal tahun 80-an. Sebelumnya dia ingin berguru pada Larry Coryell (alm.), salah seorang gitaris akustik jazz ternama Amerika. Maka Kazumi datang ke rumah Larry di Amerika. Kemudian Larry mempersilakan Kazumi main. Setelah mendengarnya, Larry pun berkomentar:  "Kazumi Watanabe is the best guitar player in the world!" 

Kepada Zulkifly saya berkata, buat apa kamu mau belajar padaku? "Ngana pe teknik lebe tinggi daripada kita". 

"Ya aku mau belajar lagi nih," katanya.  Lalu dia datang ke kelas dengan Ondy, gurunya. "Sekalian, pak. Biar pintar bersama," katanya. (Pintar bersama atau tertawa bersama?)

Ketika dia menjadi juara, Zulkifly tampil dengan "Gran Jota" -nya Tarrega. Belum pernah saya mendengar keriangan tarian dalam lagu itu seperti yang dia tampilkan. Betul, Narcisso Yepes dan beberapa gitaris dunia menampilkan "Gran Jota" dengan keren. Namun interpretasi Zul dalam lagu itu agak berbeda dengan mereka. Saya dapat menikmati keriangan tarian gembiranya pada  beberapa bagian. Zulkifly Tangkudung sungguh dianugerahi kemampuan teknik yang lumayan tinggi.

Dia mampu mengeksekusi scale dengan amat cepat dan santai. Pernah aku katakan: "Zul, kamu tentu bisa dengan mudah menekuk jari jempolmu ke belakang."  Lalu dia menekuk dengan mudah seraya berkata, "Saya dapat menekuk semua jari saya kebelakang." Lalu dia mulai menekuk setiap jarinya ke belakang sampai menyentuh ke lengan tangannya. Jari-jari tangannya sangat lentur, seperti para penari Bali, mungkin lebih.

Graham Wade - musikolog dari Leeds, Inggris berkata bahwa kemampuan teknik yang tinggi jika dibarengi dengan interpretasi musikal yang tepat, akan menjadikan sang pemain dapat mengeksekusi lagu menjadi sangat alami - semudah melempar sepotong kayu ke sebuah telaga. Yang dalam istilah psikologi disebut "overlearn".  Zulkifly memiliki teknik yang  natural.

Dia  berdomisili di Singapura sejak 2006, dan mengajar gitar di sana.



LAS/ 26 Juli 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mimbar Juara Festival Gitar Indonesia 1972-1983

YAMAHA SOUTH EAST ASIAN GUITAR FESTIVAL 1983 in Bangkok

TADAO KOIZUMI