RAHMAT RAHARJO
RAHMAT RAHARJO, Gitaris Klasik Yogyakarta
Kursus electone dan piano adalah 'Anak Emas' -nya Yamaha. Suatu hari pada 1990 seorang manajer Jepang memanggil saya, dan berkata: "Anggaran untuk Festival electone dan piano besar ya. Nah, mengapa Kompetisi Piano berjalan sendiri? Tahun ini Festival Gitar juga boleh bergabung penyelenggaraannya ikut serta dengan piano." (weee... ga berasa 'Anak Sepuhan' lagi).
Maka untuk pertama kali babak semi-final Festival Gitar diselenggarakan (numpang Kompetisi Piano) di lima kota: Surabaya, Semarang, Medan, Bandung, dan Jakarta.
Ini merupakan Kompetisi Piano ke-V, dan penyelenggaraan Festival Gitar ke XIX. (Lebih tua 12 tahun si Anak Sepuhan daripada si Anak Emas).
Adapun ketentuan babak semi-finalnya seperti ini: Peserta yang menjadi Juara I otomatis ke final. Setiap juara II harus menunggu rekomendasi dari Pusat (setelah semi-final selesai di 5 kota). Jelas dan adil, ya.
SEMI FINAL
Minggu, 19 Agustus 1990 pagi semi-final di Simpang Hotel, Surabaya berjalan mulus lancar. Seminggu kemudian 26 Agustus pagi diadakan di Hotel Patra Jasa, Semarang. Seperti biasa satu jam sebelum acara saya memeriksa panggung, sound-system, kursi foot-stool, dll.
Tiba-tiba muncul seorang anak muda berbaju putih lengan panjang mengajak ngobrol. Dia terus-menerus bertanya tentang sistem semi-final. "Bagaimana di Surabaya? Ada juara I -nya? Bagaimana jika di sini tidak ada juara I -nya?" Juga dia mengeluh, "Wah AC-nya dingin amat." "Siapa nama Anda?" tanyaku. "Rahmat Raharjo dari Yogyakarta."
Permainan dia memang rapi, mulus oke, tetapi tidak ada Juara I. Rahmat dapat Juara II - artinya harus tunggu rekomendasi.
Minggu, 2 September di Hotel Tiara, Medan. Horas! Juga oke, no problemo.
Sabtu, 8 September di Hotel Anggrek, Bandung. Ketika acara sedang berlangsung saya menengok ke belakang, ehh.. ada orang yang mengangguk sambil tersenyum, jiahh.. si Rahmat. Besoknya, 9 September di gedung Yamaha, Jakarta, duilehh.. kembali wong Yogya ini senyum mengangguk-angguk di ruang tunggu kepada beta (ini penuh perhatian atau penuh curigaan, sih?).
GRAND FINAL YFGI 1990
Pada Jum'at, 21 September di gedung Yamaha. GPW-nya adalah Daniel Tjahja, 23 mahasiswa IKJ dengan "Sevilla". Ketika RUW-nya disebut Rahmat Raharjo, 16 dia menengok ke kiri kanan seolah tidak percaya dialah runner-up -nya. Dia tampil dengan "Prelude from Lute Suite Nr.4" -nya Bach.
Sedangkan Bambang Dharmawan, 17, Jakarta, dan Mururul Aisyi, 17 -masing-masing sebagai GPW Bagian Bebas, dan Gitar & Vokal.
PRESTASI RAHMAT
Rahmat mulai mempelajari gitar pada usia 5 dari kakaknya. Tujuh tahun kemudian belajar pada Nasrun, dan Andre Indrawan - juara dua kali FGI 1977, 1978, dan YSEAGF 1979 di YMI Yogyakarta.
Delapan kali mengikuti Festival Gitar Yamaha: 4 kali runner-up (1990, 1994, 1995 & 1997), dan 3 kali Juara (1992, 1996, dan 1999) [ mirip tim Brasil aja yang selalu lolos ke semi-final ].
Juru ketik Piagam Penghargaan Festival Gitar Yamaha paling "capek" mengetik nama Rahmat Raharjo.
JUARA SGA
Rahmat Raharjo adalah juga Juara I "Spanish Guitar Awards" (SGA) pada 3-5 Oktober 2001 - yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta.
NAIK PESAWAT
Sebagai juara SGA dia memperoleh bea-siswa 3 bulan belajar di Granollers Conservatory di Barcelona, Spanyol. Sedangkan selama ini dia belum pernah naik pesawat terbang.
Saya mengundang dia untuk tampil dalam Konser Juara II pada 25 Agustus 2001. Saya telepon dia, bahwa dia dapat jatah 1 kali kereta api dan 1 kali pesawat untuk Yog-Jkt-Yog. Dia pilih naik pesawat pulangnya saja. Maka sehari setelah konser saya mengantar dia ke Cengkareng. Saya tunjukkan terminal domestik, internasional, dll.
YOGYANES en ESPANA
Jadilah amigo ini orang Yogya di Spanyol. Dapat kabar dia minta memperpanjang studinya menjadi 2 x 3 bulan (pintar!).
Sekembalinya ke sini dia berkata berkata:
"Aku sudah bisa minum red-wine sekarang, pak."
Bagus itu bagi kesehatan. Ya, itu biasa di Eropa.
"Aku diberi wine itu oleh guruku - Josep Henriquez di rumahnya. Lama-lama kucoba, enak juga he-he."
"Lho, gak haram tuh?"
"Kan aku minumnya dikit aja."
Rahmat memiliki teknik yang tinggi. Dia suka memainkan komposisi yang cukup rumit. Ketika menjuarai YFGI 1992 dia tampil dengan "Prelude from Suite BWV 1006" -nya Bach. Pada 1996 dengan "Invocation et Danse"-nya Rodrigo, dan "Koyunbaba" -nya Domeniconi pada 1999.
Sekarang Senor Rahmat juga tampil duet dengan Nabila Rifda Alfiani - gitaris perempuan Yogyakarta. Mereka sudah memiliki channel "Nabila Rahmat Guitar Duo" yang mereka unggah ke YouTube.
LAS/23 Juli 2021
Komentar
Posting Komentar