BEBERAPA CATATAN dari FESTIVAL GITAR INDONESIA I, II & III

BEBERAPA CATATAN dari FESTIVAL GITAR INDONESIA I, II & III

(Bagian I)

oleh: Danny Tumiwa, SH.

(dari Koran Sinar Harapan, Sabtu, 18 Januari 1975)


Belakangan ini terdengar desas-desus negatif terhadap Festival Gitar Indonesia (FGI) sehingga berkurangnya minat masyarakat untuk mengikuti FGI yang ketiga yang baru lalu. Isu mana menuduh bahwa pemenangnya pasti dari lingkungan Yayasan Musik Indonesia (YMI) saja.

Sebagai salah seorang anggota juri dalam ketiga Festival itu, saya akan menjelaskan, dan meluruskannya.


FESTIVAL GITAR INDONESIA I, 1972
Para finalis Bagian Klasik adalah Karel Tangyong (Juara I), Meilanny Sayuthi (Juara II), Arly  Budiono (Juara III), Wresni Dhesi Puspita, dan Ricky M. Finalis ke-enam - Nyo Junius Kumala absen.

Sedangkan finalis Bagian Folk (Populer) adalah: J. David Mulyono (Juara I), Michael Gan, alm., (Juara II), Edwien Soedjarwo, alm., (Juara III), Johnny Legoh, Art Sangi, dan Riota Arifianto (alm.)

Ketika itu hanya Karel Tangyong dan Wresni Dhesi Puspita yang siswa YMI. Selebihnya adalah bukan siswa YMI. Adapun kemenangan Karel bukan hanya performanya, namun juga kualitas gitar yang dimainkannya - yaitu sebuah gitar _hand-made_ seharga Rp. 165.000 - sehingga nada-nada petikannya clebih baik dan cemerlang daripada gitar yang dimainkan oleh si _runner-up,_ sebuah gitar lokal biasa seharga Rp. 10.000 - Rp. 20.000. 
Teknis dan mutu kedua juara itu sebenarnya berimbang, namun faktor instrumen juga menentukan. Demikian pula dengan tekniknya Arly yang menampilkan "Asturias". Namun lagu tersebut masih terlalu berat baginya.

Pada Bagian Folk penampilan David memang berada satu tingkat di atas finalis lainnya. Dia juga pandai memanfaatkan peralatan yang disediakan panitia - yaitu gitar elektrik dan mengajak Annie Rae - seorang penyanyi tenar. Michael  sebagai runner-up lebih  terampil daripada Edwien.

Para juri FGI tersebut adalah: Binsar Sitompul (RRI), Johnny Herman (TVRI), Danny Tumiwa (YMI), Jack Lesmana (gitaris), dan Tadao Koizumi (Yamaha, Tokyo).


FESTIVAL GITAR INDONESIA II, 1973
Finalis Bagian Klasik adalah: Soka Atmadja, Iwan Irawan, Abda Wieza,  Arief Hidayat, dan Wresni Dhesi Puspita. Daniel Budiyono absen.

Sedangkan finalis Bagian Populer adalah: Nelson W. Rumantir, Edwien Soedjarwo (alm.), Johnny Legoh, Gesit Riota Arifianto (alm.), Arthur Sahelangi, dan Ronny Irianto.

Ternyata Juara I Klasik adalah Soka Atmadja yang bukan dari YMI, tampil dengan "Varitionen von Mozart". Secara teknis Iwan seimbang dengan Soka, namun lagunya lebih berat daripada "Marieta" yang dipilih oleh Iwan (Juara II). Juga penampilan Soka di depan umum lebih menonjol.

Juga Abda, jika dilihat dari segi teknis berimbang dengan Iwan. Hanya Iwan lebih beruntung. Sebenarnya Arief juga dapat menandingi Iwan, Abda dan Soka - jika pemain gitar berbakat ini tampil lebih tenang, serta tidak perlu meniru permainan gitaris profesional.

Kemenangan Nelson sebagai Juara I sudah dapat diduga karena permainannya memang lebih menonjol, serta keahliannya dalam 'ikut menghapus batas' antara pemain dan penonton, sehingga spontanitas penonton terpancing. 

Edwien yang mendapat Juara II masih tetap pada tingkat yang sama pada tahun lalu, meskipun ia telah berusaha menyajikan gitarnya dengan vokal. Johnny Legoh sebagai Juara III meningkat terutama dalam tone-colour yang kuat dan bersih. Sayang improvisasinya masih kurang. Peserta lainnya kira-kira setingkat di bawah ketiga orang yang disebut di atas.


(bersambung)




LAS/30 Juli 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mimbar Juara Festival Gitar Indonesia 1972-1983

YAMAHA SOUTH EAST ASIAN GUITAR FESTIVAL 1983 in Bangkok

TADAO KOIZUMI