(BAGIAN II, HABIS)

BEBERAPA CATATAN dari FESTIVAL GITAR INDONESIA I, II, III

(Bagian II - Habis)

oleh: Danny Tumiwa, SH.

(dari Koran Sinar Harapan, Sabtu, 18 Januari 1975)


FESTIVAL GITAR INDONESIA III, 1974
Para finalis Bagian Klasik adalah: Iwan Irawan (alm.) (Juara I), Johnny Legoh (Juara II), Henry Bastaman, Ronny Irianto, Bambang Tri Soegih Arto, dan Arief Hidayat.

Sedangkan para finalis Populer adalah: Nelson W. Rumantir (Juara I), Edwien Soedjarwo (alm.) (Juara II), Ance Parera Mandalawangi, Kartiko Soewanto, Gesit (alm.), dan Rachmatsyah. Kali ini seluruh finalis adalah dari YMI.

Iwan Irawan bermain lebih baik daripada finalis lain, walaupun tempo belum stabil, dan artikulasi nada-nada belum jernih. Johnny Legoh sangat berhasil dalam lagu wajib dan pilihan, namun sikap duduk dan merangkul gitar tidak memenuhi ketentuan. Hal mana sangat merugikannya dalam penilaian juri.

Arief Hidayat sebenarnya lebih berhak sebagai Juara II karena lagu pilihannya lebih berat n?dan dimainkan dengan mulus. Persoalannya dua juri memilih Johnny dan dua memilih Arief. Juri ke-lima memilih Johnny. Maka Arief hanya kurang beruntung pada malam itu.

Demikian pula dengan Ronny Irianto karena kurang jernih permainannya. Adapun Bambang Trijaya dan Henry Bastaman lebih kurang berimbang.

Pada Bagian Popular munculnya kembali Nelson sebagai Juara tidak mengagetkan lagi, karena bibit-bibit yang baik belum lagi tampil. Apalagi dilihat dari jumlah pesertanya yang sangat minim - 7 peserta.
Gesit sebenarnya tampil cemerlang, namun temponya tidak stabil. Ance Parera dan Kartiko seimbang, sedangkan Rachmatsyah yang masih berusia 10 tentu perlu lebih banyak berlatih lagi. Namun dia berhasil memikat penonton dengan kepolosan dan kesederhanaannya. Hal mana jelas mempengaruhi beberapa juri.

Dewan Juri-nya terdiri dari: Adis Sugata (alm.),  (gitaris), Johnny Herman (TVRI), Kho Hong Guan (Singapura), Danny Tumiwa (YMI), dan Tadao Koizumi (YMF, Tokyo).

Peserta FGI terbanyak adalah dari YMI - yang mana hal tersebut tentunya tidak dapat disalahkan, karena YMI adalah wadah pendidikan terbesar saat itu. Maka wajar jika persentase peserta FGI terbanyak dari YMI.

Dan lagi mengenai peserta - siapa pun dia, yang maju ke babak final itu karena teknik dan kemampuan musikalitas si gitaris. 

Sebagai juri dan orang dalam YMI, saya selalu berusaha obyektif, tanpa melihat siapa pemainnya. Yang terbaik adalah pemenangnya. Demikian pula pendapat dan penilaian para juri lainnya.

Bila ada yang merasa kurang puas, harap secara sportif menulis atau menanyakan langsung kepada saya, agar tidak menjadi isu yang negatif.



LAS/ 31 Juli 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mimbar Juara Festival Gitar Indonesia 1972-1983

YAMAHA SOUTH EAST ASIAN GUITAR FESTIVAL 1983 in Bangkok

TADAO KOIZUMI