MIMBAR JUARA FESTIVAL GITAR INDONESIA 1972 - 1983

(Saya mengedit kembali tulisan saya pada "FORUM MUSIK" 


- media interen Yayasan Musik Indonesia terbitan Okt-Nov 1984).

Ada empat hal yang dapat dicatat dari kegiatan Festival Gitar Indonesia (FGI) ini: Kompetisi gitar klasik dan akustik yang diselenggarakan oleh Yayasan Musik Indonesia (YMI)  pada setiap tahun sejak 1972. Lomba ini terbuka untuk umum, dan  merupakan sarana bagi para gitaris Indonesia yang disponsori oleh Yamaha Music Foundation (YMF Tokyo, Jepang) - terdiri dari dua bagian: Klasik dan Bebas.

Yang ketiga: Hampir semua pesertanya anak-anak muda lelaki dan perempuan - di bawah 20 tahun. Dan yang terakhir adalah bahwa standar teknik para peserta semakin meningkat - terutama pada Bagian Klasik dari tahun ke tahun.

Festival Gitar Indonesia I, 1972
Pertengahan September 1972 muncul iklan di harian KOMPAS: "Ikuti Festival Gitar Indonesia. Hadiah utama: sepeda motor Yamaha V55."  Beberapa tahun kemudian, para mantan peserta FGI I bertemu dan ketika ditanyakan, mengapa dulu ikutan Festival, maka semuanya tertawa sambil menjawab: "Bebek-nya (V55) itu loh, pren!"

Pada babak final Minggu, 10 Desember tahun kabisat 1972 di Bali Room, Hotel Indonesia tampil 5 (satu absen) gitaris klasik. Dua di antaranya adalah perempuan. Di bagian folk (bebas) tampil 6 finalis.

Dewan Juri-nya: Binsar Sitompul (RRI), Johnny Herman (TVRI),  Jack Lesmana (Gitaris),  Danny Tumiwa (Instruktur Gitar), dan Tadao Koizumi (Kepala Instruktur YMF, Tokyo, Jepang).

Para Juara
Juara I bagian Klasik adalah Karel Tangyong, 18 tahun. Juara II (Runner-up) -nya adalah Meilanny Sayuthi, 20. Karel dengan lagu wajib "Romance de Amor", dan lagu pilihan "Triste Sanctuario" -nya Vincente Gomez. Meilanny dengan "Etude nr. 5 -nya Fernando Sor dan :Prelude nr. 1" -nya H. Villa-Lobos.

Pada bagian folk, Juaranya adalah J. David Mulyono, 31, dan Michael Gan, 19 runner-up -nya.  Moelyono tampil dengan gitar elektrik (ketika itu diijinkan) dalam lagu wajib "Keroncong Kemayoran" dengan penanyi Annie Rae - seorang penyanyi terkenal waktu itu, serta lagu pilihan "Zakaria". Sedangkan Michael tampil dengan "Love is Blue" dan "Love Story".

Karel dan Mulyono masing-masing membawa pulang  bebek merah V55 yang dipajang di atas panggung itu. Sedangkan Meilanny dan Michael (alm.) membawa pulang radio kaset Sharp.

FGI II, 1973
Diselenggarakan pada Senin, 3 Desember 1973 di Teater Tertutup Taman Ismail Marzuki. Tampil 6 finalis Klasik, dan 6 finalis Folk. 

Juara I  (Grand-Prize Winner/GPW) Klasik adalah  Soka Atmadja, 23, dan Nelson W. Rumantir, 25. Soka tampil dengan "Variation Theme on Mozart" - nya F. Sor, sedangkan Nelson dengan "Kenangan Masa Lalu" (lagu Mandarin).

Iwan Irawan (Bandung), 21, dan Edwien Soedjarwo adalah Runner-up Winner/RUW bagian Klasik dan Folk.

FGI III, 1974
Tampil 6 gitaris Klasik dan 6 gitaris bagian Populer pada Senin, 9 Desember 1974 di Bali Room, Hotel Indonesia.
GPW Klasik adalah Iwan Irawan (Bandung), dan Nelson W. Rumantir  bagian Populer. Iwan tampil dengan  "Theme and Variation on Mozart" -nya F. Sor. Sedangkan Nelson dengan "South of the Border".

Adapun RUW Klasik adalah Johnny Legoh dengan "Recuerdos de la Alhambra",  dan RUW Populer adalah Edwien Soedjarwo (alm.) dengan "Traces of Love".

FGI IV, 1975
Berlangsung pada Minggu, 7 Desember 1975 di gedung Merdeka, Bandung. Yang istimewa di forum itu tampil 3 gitaris Bandung dari 6 finalis Klasik. Hal ini sudah mulai menunjukkan talenta besar anak Bandung yang akan mendominasi festival berikutnya.

GPW Klasik adalah Daniel Budiyono, 25 (Jakarta), dan Michael Gan, 22. Sedangkan RUW Klasik adalah Philips (Bandung), dan Edwien Soedjarwo RUW bagian bebas. 

 Periode 1978-1983
Jika periode 1972-1977 penampilan individu dan teknik para gitaris bagian bebas sangat menonjol dibandingkan dengan peserta lainnya, maka kesan ini masih berlanjut. Dengan kata lain, kecuali para juara, teknik dan aransemen bagian bebas belum meningkat. Nelson Rumantir menjadi juara dua tahun berturut-turut: 1973 dan 1974. Juga Michael Gan kampiun pop 1975 dan 1976. Kemudian Bambang S. Somami, 29 (alm.) dari Malang, Jawa Timur juga Jawara Gitar Pop FGI 1978 & 1979.

Gitaris Klasik
Sebaliknya, penampilan finalis Klasik sudah mulai agak merata, bahkan cenderung meningkat - jika dilihat dari repertori yang ditampilkan. Para gitarisnya sudah memainkan Bach, Villa-Lobos, serta musik moderen, kontemporer. Kekuatan para finalis mulai berimbang, namun kekuatan para juaranya adalah lebih kuat lagi, sehingga Andre Indrawan, 17 menjadi juara FGI dua tahun berturut-turut  1977 & 1978. Demikian pula dengan Royke B. Koapaha, 18 juara 1979 & 1980.

Andre dan Royke dari Bandung. Mereka 'mewakili' dominasi Anak Bandung pada FGI sejak Iwan Irawan (alm.) pada 1974, Linda Agnes Sukamta, 16 pada 1976, kemudian  Andre Indrawanndan Royke B. Koapaha.


YAMAHA South-East Asian Guitar Festival
Bahkan sejak 1977, Yamaha Tokyo menggelar The First Yamaha South East Asian Guitar Festival (YSEAGF)  -  forum bagi para jawara gitar Klasik dan Pop masing-masing negara di Asia Tenggara, yang berlangsung di  ballroom  Hilton Hotel, Jakarta. 

Adapun kampiun klasik dan pop YSEAGF 1977 adalah Linda A. Sukamta, 17, dan Michael Gan, 24. Sedangkan Andre Indrawan, 18 - Juara Bagian Klasik, dan Bambang S. Somami, 30 - Juara Bagian Pop YSEAGF 1978ndi Bangkok, Thailand. Dan Royke B. Koapaha, 19, Juara Klasik YSEAGF 1980 di Singapura.

   

LAS/9 Juli 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mimbar Juara Festival Gitar Indonesia 1972-1983

YAMAHA SOUTH EAST ASIAN GUITAR FESTIVAL 1983 in Bangkok

TADAO KOIZUMI