Fernandez Setiahadi Chandra

FERNANDEZ SETIAHADI CHANDRA

Mulai mempelajari gitar pada usia 14 di Surabaya dari Hans Wiryadi. Bakat musiknya sudah terlihat sejak usia mudanya. Dia dapat memainkan musik klasik dengan lebih dari sekedar baik, namun uniknya dalam beberapa kali FGI yang diikutinya, dia lebih sering tampil sebagai finalis pada Bagian Bebas. Bahkan pada FGI 1982 di Semarang, Fernandez adalah runner-up FGI 1982 di Semarang. Sedangkan juaranya adalah  duo  gitar Mahesh & Suresh Hotwani.

Fernandez adalah gitaris klasik langka yang mampu membuat gitar bernyanyi  ( Francisco Tarrega dapat membuat gitar menangis dan tertawa). Di tangan-nya lagu terdengar mengalun dan mengalir dengan alami.

Saya perhatikan  kekuatan dia adalah rhythm-nya yang rata, selain tekniknya  yang tinggi serta tone-nya yang besar dan bulat. Denyut nadi lagu yang dia bawakan senantiasa rata! 

Sewaktu dia tampil pada Bagian Klasik dan Bagian Bebas, kekuatan ritem-nya terkesan lebih menonjol pada Bagian Bebas - terutama dalam iringan. Namun hal ini  bukan berarti permainan klasik-nya biasa-biasa saja. Saya dan Koizumi-sensei pernah mendengar dia main "Chaconne", "Koyunbaba", "Five  Bagatelles" -nya Walton,  dll., dengan bagus, mulus dan bernyanyi. Dia mampu membuat gitar bernyanyi.


Gitaris klasik multi talenta
Tahun 1986 dia memperlihatkan gitar klasik pertama buatan tangan-nya sendiri. Walaupun dimensinya agak  beda namun suaranya besar dan oke. Sensei mengapresiasi karyanya itu, dan menjanjikan akan memberikan kopi dari bukunya Jose Romanilos - pembuat gitarnya Julian Bream. Sejak itu suara gitar buatan-nya semakin meningkat dan baik.

Hans Wiryadi mengatakan bahwa keluarga Fernandez adalah pembuat mebel - furnitur  rumah-tangga, maka dia sangat faham akan jenis dan keunikan kayu.

Pernah suatu waktu saya ada keperluan ke Bogor. Fernandez ada di rumah saya, maka saya mengajak dia ikut ke sana. Dari dalam mobil di depan Kebun Raya Bogor, dia sangat antusias memperhatikan pepohonan di situ. Maka  saya perlambat kecepatan mobil. Pada setiap rumah orang, dia akan memperhatikan dan mengetuk-ngetuk dengan jarinya meja atau lemari - terutama yang antik. Lalu dia berkata : "Meja ini nadanya A." Rupanya dia sedang "meng-absensi" dan berdialog dengan kayu.

Pada awal tahun 90 saya menganjurkan dia untuk menggunakan spruce pada bagian top-nya, serta tuning-machine Gotoh. Waktu itu belum banyak orang yang mampu bertransaksi dengan penjual dari luar negeri melalui internet. Namun dia mendapat kontak dengan pemasok spruce dari Valencia, Spanyol. Pernah juga dia dipermainkan - dikirim kualitas kayu yang tidak sesuai pesanan, tetapi dia mengajukan keberatan lalu ditanggapi.


Juara YFGI 1988
Dia baru memperoleh GPW  Klasik-nya pada 1988, dengan "La Maja de Goya" -nya Enrique Granados. Lagu mana mengisahkan kekaguman Granados akan lukisan perempuan-nya Goya - pelukis ternama Spanyol masa itu. 

[ Francisco Goya, (1746-1828) terkenal dengan dua lukisannya - gambar wanita yang sama dalam pose yang sama. Lukisan pertama 'La Maja Desnuda'  - Perempuan tanpa Busana. Yang kedua 'La Maja Vestida' - Perempuan yang Berbusana' ]


Fernandez memang amat kuat dalam era Romantik dan Moderen. Pengalimatan (phrasing) -nya bernyanyi dan mengalun alami.

Pada era 80 - 90an beberapa mahasiswa IKJ ogah memainkan komposisi-nya Tarrega. Mereka lebih tertarik akan Brouwer dan moderen. Ketika kami menyelenggarakan Konser Juara ke-IV pada 2003, Fernandez juga tampil. Dan setelah konser Chadir Reiner Wildt - dosen senior IKJ berkata: "Saya paling suka permainan si Fernandez." 
Mendengarkan dia dalam "Mazurka en sol" -nya Tarrega dan "Tango in D" -nya Albeniz memang bisa membuat orang melintir puyeng-puyeng asoy.

Sampai hari ini dia telah memproduksi gitar buatan tangan-nya sendiri sebanyak lebih dari 70. Dan peminat gitar-nya bahkan sampai beberapa gitaris Eropa.

Fernandez Setiahadi Chandra adalah salah seorang datuk-nya gitaris klasik Indonesia.



LAS/ 21 Juli 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mimbar Juara Festival Gitar Indonesia 1972-1983

YAMAHA SOUTH EAST ASIAN GUITAR FESTIVAL 1983 in Bangkok

TADAO KOIZUMI